Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) yang telah menang di pertandingan Hunger Games ke-74 ini pun melakukan tur ke setiap distrik. Banyak sekali pemberontakan yang terjadi. Di tahun ini, Hunger Games ke-75 pun diadakan. Di setiap kelipatan ke 25, biasa disebut Quarter Quell dan akan ada yang spesial di dalam pertandingannya.
+poster.jpg)
Quarter Quell ketiga ini, dimana pemenang dari Hunger Games pertama hingga ke-74 dipertandingkan kembali. Tetapi, tetap dipilih dua perwakilan pemenang dari setiap distrik. Akhirnya, Katniss dan Peeta pun melaju lagi ke dalam Hunger Games kali ini.
Memang, apa yang dititikberatkan di film kedua seri The Hunger Games ini adalah Drama. Sehingga, hampir dari semua ceritanya akan berisi cerita-cerita yang lebih personal dari setiap karakter. Semua karakter sepertinya diberi ruang yang lebih luas untuk digali setiap ceritanya. Sehingga, masing-masing karakter akan terasa dekat dengan penontonnya. Gale, Effie Trinket, Prim Everdeen dan Ibunya juga mendapatkan spotlight dari sang sutradara dan juga penulis skenarionya. Jadi, bagi penonton awam yang butuh hiburan aksi lebih, mungkin akan kecewa atau mungkin terhibur dengan satu jam akhir milik Catching Fire.
Ceritanya yang lebih personal, lebih gelap, dan lebih dalam inilah yang menjadi keunggulan dari film ini. Tak terlalu banyak memiliki adegan-adegan aksi yang menggelegar, tetapi cerita-cerita sebelumnya yang dibangun begitu kokoh itulah yang membuat film ini bagus. Menggambarkan beberapa realita yang ada bahwa penguasa akan selalu mempermainkan rakyatnya yang tidak berdaya. Menjadikannya sebuah boneka yang bisa dimainkan seenaknya. Sentilan-sentilan yang begitu bagus.
Bagusnya lagi, saya yang sudah mengetahui seluk beluk dari cerita di film ini sepertinya dibuat tidak tahu oleh Francis Lawrence. Bagaimana setiap sekuens yang ada di film ini dibuat begitu padat dan disajikan dengan begitu pintar. Rasanya, saya sudah tidak mau membanding-bandingkan film ini dengan bukunya. Toh, itu akan merusak mood saya ketika menonton. Serta, bagaimana twist ending di film ini yang harusnya saya sudah tahu pun disajikan tetap shocking menyaksikannya. Francis Lawrence memang pintar mengolahnya.
No comments:
Post a Comment